Info Sekolah
Minggu, 17 Mei 2026
  • Website Resmi Pesantren Raudhatun Najah Ayo, Ngaji dan Sekolah di Pesantren Raudhatun Najah
  • Website Resmi Pesantren Raudhatun Najah Ayo, Ngaji dan Sekolah di Pesantren Raudhatun Najah
17 Mei 2026

Tiga Pesan Aba Rauna untuk Wisudawan Dayah Raudhatun Najah: Santri Berilmu, Berakhlak, dan Tak Pernah Berhenti Belajar

Ming, 17 Mei 2026 Dibaca 7x Pesantren

Langsa, 15 Mei 2026 – Pondok Pesantren Dayah Raudhatun Najah Kota Langsa menggelar acara Wisuda Akhirussanah dengan penuh khidmat pada hari ini. Mengusung tema “Santri Berilmu, Berakhlak Mulia, Siap Mengabdi untuk Umat”, wisuda tahun ini menjadi momen penting bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan mereka untuk dilepas kembali ke tengah masyarakat.

Acara yang berlangsung di lingkungan pesantren tersebut dihadiri oleh para orang tua wali santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus dayah. Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti seluruh rangkaian wisuda, yang juga dimeriahkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, persembahan seni Islami, dan doa bersama.

Di sela-sela acara, Ketua Umum Pesantren Dayah Raudhatun Najah, Aba Rauna atau Aba Dr. T. Wildan, MA, menyampaikan tiga pesan utama yang menjadi inti dari amanatnya kepada para wisudawan dan wisudawati. Tiga pesan ini dirangkum dalam prinsip: Santri Berilmu, Berakhlak, dan Tak Pernah Berhenti Belajar.

Pesan Pertama: Santri Berilmu

Aba Wildan menegaskan bahwa ilmu adalah cahaya yang akan menuntun setiap langkah santri di tengah masyarakat.

“Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tak berbuah. Kalian telah dibekali dengan ilmu agama yang kokoh. Gunakan ilmu itu untuk membedakan yang hak dan batil, untuk menolong orang lemah, dan untuk membangun peradaban yang rahmatan lil ‘alamin,” pesannya.

Beliau juga mengingatkan bahwa santri yang berilmu sejati adalah mereka yang ilmunya membuatnya semakin rendah hati, bukan sombong.

Pesan Kedua: Santri Berakhlak

Dalam pesan keduanya, Aba Wildan menekankan bahwa akhlak mulia adalah mahkota bagi seorang santri.

“Patuh pada guru, hormat pada orang tua, cinta pada ilmu, dan santun dalam bertutur—itulah identitas santri. Di mana pun kalian berada, tunjukkan bahwa santri itu santun, cerdas, dan solutif. Jadilah jawaban atas kerusuhan zaman, bukan bagian dari keributan. Akhlak kalian adalah dakwah yang paling nyata,” tegasnya.

Beliau berpesan agar para wisudawan senantiasa membawa pesantren dalam dada, bukan sekadar di dinding.

Pesan Ketiga: Tak Pernah Berhenti Belajar

Pesan terakhir yang disampaikan dengan nada penuh haru adalah seruan untuk menjadi “Santri Sepanjang Hayat”.

“Ijazah ini bukanlah akhir dari belajar. Justru, ilmu pesantren harus terus kalian asah. Dunia berubah cepat, tetapi akhlak dan Al-Qur’an adalah kemudi sejati. Jangan pernah berhenti mengaji, berdiskusi, dan belajar dari siapa pun. Jika kelak kalian jatuh, ingatlah: pesantren selalu menjadi rumah untuk pulang dan tempat untuk belajar kembali,” ujar Aba Wildan.

Penutup: Komitmen Dayah Raudhatun Najah

Dengan terselenggaranya Wisuda Akhirussanah ini, Dayah Raudhatun Najah kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi rabbani yang tidak hanya unggul secara intelektual keagamaan, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepedulian sosial yang tinggi.

Tiga pesan Aba Wildan—menjadi santri yang berilmu, berakhlak mulia, dan tak pernah berhenti belajar—diharapkan menjadi bekal utama bagi para wisudawan saat mereka kembali mengabdi kepada masyarakat, umat, dan bangsa. (*)