Langsa, 9 September 2025 – Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Raudhatun Najah, Kota Langsa, menggelar pertemuan penting dengan mahasiswa Program Pengalaman Lapangan (PPL) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa pada Selasa pagi (9/9). Pertemuan yang berlangsung di Aula Madrasah Raudhatun Najah ini dihadiri oleh Kepala MTs Raudhatun Najah, Ummu Siti Radhiah, M.Pd, dan Kepala MA Raudhatun Najah, Rosnawati, S.Pd, bersama 18 mahasiswa PPL, yang terdiri dari 8 orang dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) dan 10 orang dari Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD).
Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa PPL kepada lingkungan pendidikan di Raudhatun Najah serta membahas peran mereka dalam mendukung proses pembelajaran selama program berlangsung. Dalam sambutannya, Ummu Siti Radhiah, M.Pd, menyampaikan harapannya agar mahasiswa PPL dapat berkontribusi secara aktif dalam mengembangkan potensi santri, baik dalam aspek akademik maupun pembinaan karakter berbasis nilai-nilai Islam. “Kehadiran mahasiswa PPL dari IAIN Langsa adalah angin segar bagi kami. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkaya pengalaman belajar santri dan memperkuat tradisi keilmuan di pesantren,” ujarnya.
Sementara itu, Rosnawati, S.Pd, menekankan pentingnya integrasi ilmu umum dan agama dalam proses pendidikan di Raudhatun Najah. Ia mendorong mahasiswa PPL untuk berinovasi dalam metode pengajaran dan beradaptasi dengan budaya pesantren. “Kami ingin mahasiswa PPL tidak hanya mengajar, tetapi juga belajar dari santri dan lingkungan pesantren yang kaya akan nilai adab dan akhlak,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa PPL diberikan gambaran tentang kurikulum madrasah, tata tertib santri, serta kegiatan ekstrakurikuler seperti muhadharah dan pembacaan kitab. Perwakilan mahasiswa dari FTIK, menyatakan antusiasmenya untuk mengaplikasikan ilmu pedagogi yang telah dipelajari di kampus. “Kami siap berkontribusi dengan metode pengajaran yang kreatif dan mendukung visi pendidikan Raudhatun Najah,” katanya. Sementara itu, Tasya dari FUAD menambahkan bahwa mereka akan fokus pada penguatan nilai-nilai keislaman melalui pendekatan dakwah yang kontekstual.
Pertemuan ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyerahan simbolis jadwal kegiatan PPL kepada perwakilan mahasiswa. Program PPL ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, di mana mahasiswa akan terlibat dalam kegiatan mengajar, pembinaan santri, dan berbagai program pengembangan madrasah. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan sinergi antara dunia akademik dan pesantren, sekaligus mempersiapkan calon pendidik yang kompeten dan berakhlak mulia.
Dengan semangat kolaborasi ini, Raudhatun Najah dan IAIN Langsa optimis dapat bersama-sama mencetak generasi yang unggul secara intelektual dan spiritual, sejalan dengan visi pendidikan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
